Sahabat rohis sekalian, alhamdulillah sebentar lagi insyAllah kita akan memasuki bulan ramadhan. Bulan ramadhan merupakan bulan yang bertabur berbagai nikmat dan keberkahan dari Allah. Dibulan itu pula Allah membuka ampunan yang seluas-luasnya. Dalam salah satu hadistnya dari abu hurairah riwayat tirmidzi dan ibnu majah, rasulullah mengatakan: bahwa di bulan ini pintu jannah akan di buka seluas-luasnya.
Jika kita berkaca kepada para sahabat rasulullah dalam menhadapi ramadhan tentulah tak dapat kita bayangkan betapa semagat dan giatnya mereka dalam menghadapi bulan ramadhan ini. Umar bin khatab biasanya akan mengajak keluarganya untuk shalat malam (tahajud). Ibnu hatim mengatakan bahwa usman bin affan pernah hilang kesadarannya saat shalat malam, karena khusyuknya dan begitu menghayati bacaanya beliau dalam rakaat pertama saja sudah mengkhatamkan bacaan alqur’an. tak ketinggalan pula para tabi’in dan ulama-ulama kita dahulunya, jika ramadhan tiba mereka mengencangkan ikat pinggan dan tak ketinggalan beribadah bahkan hingga menjelang subuh.
Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji (QS. Al-Israa’:79)
Selain itu kita di tuntut untuk lebih menginteraksikan diri kita dengan al-qur’an. Imam malik memiliki kebiasaan memaksimalkan kemuliaan dengan sebaik-baiknya. Beliau akan menutup kitab-kitab, tidak melayani diskusi, melainkan beliau akan fokus.beliau pernahnya berkata sambil menunjuk ke mushaf alqur’anya ”bulan ini adalah bulan alqur’an”. imam syafi’i pun tak ketinggalan. Bahkan beliau mengkhatamkan alqur’an dua kali dalam setiap harinya. Itupun diluar bacaan shalatnya.
Dan yang tak lupa pula bahwa di bulan ramdhan ini rasulullah biasanya memperbanyak sedekahnya. Bahkan semakin kencang hingga seperti angin taufan yang menghadang. Umar bin khatab biasanya membawa separuh hartanya untuk di sedekahkan. Lain dengan abu bakar, beliau justru menyedekahkan seluruh hartanya. Hingga rasulullah pun bertanya apa yang di tinggalkannya untuk dirinya dan keluarganya. ”dengan tenang abu bakar pun menjawab ”aku sisakan Allah dan Rasulnya”. Selain denga hartanya banyak para sahabat yang bersdekah dengan makanan. Yaitu menjamu faqir miskin dan yatim untuk berbuka bersama seperti yang di lakukan ibnu umar. Bahkan ada yang mendatangi masjid dan meminta mereka untuk makan di rumah bersama.
Teman-teman, mungkin amat jauh jika kita ingin membandinkan diri kita dengan mereka. Namun kita harus berusaha menjadi sebaik-baiknya orang yang menyambut bulan ramdhan ini dengan suka cita dan kesungguhan. Kita harus berazam (bertekad) bahwa bulan ramadhan kali ini harus benar-benar lebih baik dari sebelumnya. Dan bersungguh-sungguh. Tentunya sangat rugi jika kita melewatkannya.
Amat sayang jika bulan yang penuh berkah ini kita bisa di lalaikan dengan siaran-siarn tivi yang menjebak (mengatas namakan program islami) tapi padahal dapat melalaikan kita merengguk indahnya ramadhain ini. Tentunya dari sekarang kita pertanyakan kesiapan kita.
Hal-hal yang hendaknya kita upayakan dalam menjalankan ibadah ramadhan :
- melaksanakan shaum (puasa) dengan bersungguh-sungguh, tidak hanya menahan lapar dan haus namun juga mampu menahan segala indra kita dari hal-hal yang tidak bermanfaat apa lagi maksiat
- berbicara seperlunya yaitu hal-hal yang bermanfaat dan menghindari obrolan sia-sia apa lagi hal-hal yang bermuatan ghibah (menbuka aib orang) apalagi fitnah
- mempersiapkan kondisi fisik untuk dapat beribadah malam hari (tarawih dan tadarus). Karena pada umumnya banyak orang yang akan di landa rasa kantuk.
- memperbanyak membaca alqur’an. jika para sahabat rasulullah dan para ulama dalam satu hari mengkhatamkan alqur’an, tidakkah kita dapat mengkhatamkannya minimal satu kali selama sebulan ini (satu juz satu hari)
- tidak lupa untuk menggiatkan amalan sunnah seperti tarawih atau tahajud dan shalat duha dan lainya.
- merutinkan dan memaksimalkan sedekah
- lebih giat untuk belajar dan melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Bulan ramadhan bukan alasan untuk bermalasan, melainkan untuk memaksimalkan amalan kita. Karena jika kita berkaca di bulan ramadhan ini banyak peristiwa penting. Rasulullah dan para sahabat bukannya membuat diri mereka malas dan loyo melainkan memenangkan perang badar dengan 313 orang yang melawan 1000 lebih tentara kafir, dapat menaklukkan kota makkah tanpa setetes pun darah (fathu makkah)
- tidak berlama-lama dengan tontonan televisi.
insyaAllah upaya kita ini akan berbuah manis di akhir ramadhan yaitu menjadi hamba yang bertaqwa dan menang dengan ampunan dari Allah. Akankah kemenangan itu kita raih?? Istiqomah.
Ditulis oleh rohissmandu 


