sudah siapkah kita?

Agustus 18, 2009

Sahabat rohis sekalian, alhamdulillah sebentar lagi insyAllah kita akan memasuki bulan ramadhan. Bulan ramadhan merupakan bulan yang bertabur berbagai nikmat dan keberkahan dari Allah. Dibulan itu pula Allah membuka ampunan yang seluas-luasnya. Dalam salah satu hadistnya dari abu hurairah riwayat tirmidzi dan ibnu majah, rasulullah mengatakan: bahwa di bulan ini pintu jannah akan di buka seluas-luasnya.

Jika kita berkaca kepada para sahabat rasulullah dalam menhadapi ramadhan tentulah tak dapat kita bayangkan betapa semagat dan giatnya mereka dalam menghadapi bulan ramadhan ini. Umar bin khatab biasanya akan mengajak keluarganya untuk shalat malam (tahajud). Ibnu hatim mengatakan bahwa usman bin affan pernah hilang kesadarannya saat shalat malam, karena khusyuknya dan begitu menghayati bacaanya beliau dalam rakaat pertama saja sudah mengkhatamkan bacaan alqur’an. tak ketinggalan pula para tabi’in dan ulama-ulama kita dahulunya, jika ramadhan tiba mereka mengencangkan ikat pinggan dan tak ketinggalan beribadah bahkan hingga menjelang subuh.

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji (QS. Al-Israa’:79)

Selain itu kita di tuntut untuk lebih menginteraksikan diri kita dengan al-qur’an. Imam malik memiliki kebiasaan memaksimalkan kemuliaan dengan sebaik-baiknya. Beliau akan menutup kitab-kitab, tidak melayani diskusi, melainkan beliau akan fokus.beliau pernahnya berkata sambil menunjuk ke mushaf alqur’anya ”bulan ini adalah bulan alqur’an”. imam syafi’i pun tak ketinggalan. Bahkan beliau mengkhatamkan alqur’an dua kali dalam setiap harinya. Itupun diluar bacaan shalatnya.

Dan yang tak lupa pula bahwa di bulan ramdhan ini rasulullah biasanya memperbanyak sedekahnya. Bahkan semakin kencang hingga seperti angin taufan yang menghadang. Umar bin khatab biasanya membawa separuh hartanya untuk di sedekahkan. Lain dengan abu bakar, beliau justru menyedekahkan seluruh hartanya. Hingga rasulullah pun bertanya apa yang di tinggalkannya untuk dirinya dan keluarganya. ”dengan tenang abu bakar pun menjawab ”aku sisakan Allah dan Rasulnya”. Selain denga  hartanya banyak para sahabat yang bersdekah dengan makanan. Yaitu menjamu faqir miskin dan yatim untuk berbuka bersama seperti yang di lakukan ibnu umar. Bahkan ada yang mendatangi masjid dan meminta mereka untuk makan di rumah bersama.

Teman-teman, mungkin amat jauh jika kita ingin membandinkan diri kita dengan mereka. Namun kita harus berusaha menjadi sebaik-baiknya orang yang menyambut bulan ramdhan ini dengan suka cita dan kesungguhan. Kita harus berazam (bertekad) bahwa bulan ramadhan kali ini harus benar-benar lebih baik dari sebelumnya. Dan bersungguh-sungguh. Tentunya sangat rugi jika kita melewatkannya.

Amat sayang jika bulan yang penuh berkah ini kita bisa di lalaikan dengan siaran-siarn tivi yang menjebak (mengatas namakan program islami) tapi padahal dapat melalaikan kita merengguk indahnya ramadhain ini. Tentunya dari sekarang kita pertanyakan kesiapan kita.

Hal-hal yang hendaknya kita upayakan dalam menjalankan ibadah ramadhan :

  1. melaksanakan shaum (puasa) dengan bersungguh-sungguh, tidak hanya menahan lapar dan haus namun juga mampu menahan segala indra kita dari hal-hal yang tidak bermanfaat apa lagi maksiat
  2. berbicara seperlunya yaitu hal-hal yang bermanfaat dan menghindari obrolan sia-sia apa lagi hal-hal yang bermuatan ghibah (menbuka aib orang) apalagi fitnah
  3. mempersiapkan kondisi fisik untuk dapat beribadah malam hari (tarawih dan tadarus). Karena pada umumnya banyak orang yang akan di landa rasa kantuk.
  4. memperbanyak membaca alqur’an. jika para sahabat rasulullah dan para ulama dalam satu hari mengkhatamkan alqur’an, tidakkah kita dapat mengkhatamkannya minimal satu kali selama sebulan ini (satu juz satu hari)
  5. tidak lupa untuk menggiatkan amalan sunnah seperti tarawih atau tahajud dan shalat duha dan lainya.
  6. merutinkan dan memaksimalkan sedekah
  7. lebih giat untuk belajar dan melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Bulan ramadhan bukan alasan untuk bermalasan, melainkan untuk memaksimalkan amalan kita. Karena jika kita berkaca di bulan ramadhan ini banyak peristiwa penting. Rasulullah dan para sahabat bukannya membuat diri mereka malas dan loyo melainkan memenangkan perang badar dengan 313 orang yang melawan 1000 lebih tentara kafir, dapat menaklukkan kota makkah tanpa setetes pun darah (fathu makkah)
  8. tidak berlama-lama dengan tontonan televisi.

insyaAllah upaya kita ini akan berbuah manis di akhir ramadhan yaitu menjadi hamba yang bertaqwa dan menang dengan ampunan dari Allah. Akankah kemenangan itu kita raih?? Istiqomah.


Milad Rasulullah

Maret 8, 2009


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} span.gen {mso-style-name:gen;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Sahabat ro’is, tanggal 9 maret ini bertepatan dengan tanggal 12 rabiul awal. Yaitu tanggal kelahiran Rasulullah muhammad SAW. Sebenarnya tidak ada ketentuan perayaannya, namun Hendaknya kita menjadikannya sebagai momentum untuk meningkatkan kecintaan kita kepada Rasulullah, dan kembali memutaba’ah sejauh mana kita telah telah mempossisikan beliau sebagai uswah, sebagai idola, sebagai sumber keteladan dalam kehidupan kita sehari-hari serta sejauh mana kita telah melaksanakan sunah-sunah beliau.

Sobat Ro’is sedikit berbagi bahwa telah di jelaskan dalam surat al Ahzab 21:

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”

Allah sendiri yang sudah menjaminkan bahwa rasulullah itu wajib untuk kita teladani dari segala aspek, karena segala kebaikan akhlak manusia ada pada beliau. Jika kita melihat dari sisi lain maka akan di dapati bahwa rasulullah adalah sosok manusia yang unggul baik sikap dan prilaku, kesehatan fisik, keindahan rupanya, dan ke jeniusan pemikirannya. Beliau adalah orang yang “maksum” yang di jaga oleh Allah dari dosa. So…apa lagi yang kita ragukan jika kita adalah orang yang mengharap nikmat Allah. Maka mengikuti rasulullah dengan sunah-sunahnya adalah pintu dalam menggapai rahmat Allah tersebut.

Dalam bukunya “the super leader super manager” ust.Syafi’i Antonio mengatakan bahwa : “mengkaji perjalanan hidup Rasulullah SAW adalah bagaikan mengarungi lautan yang tak bertepi, karena sangat luas, sangat kaya, dan sangat mencerahkan. Keluasan suri tauladan Muhammad SAW mencakup semua aspek hidup dan kehidupan.”

Rasulullah adalah seorang pemimpin umatnya, di sisi lain beliau merangkap sebagai seorang panglima perang, tapi beliau juga ahli dalam berbisnis. Ulung dalam berdiplomasi dan cerdik dalam bersiyasah serta amat berkharisma sebagai seorang guru. Beliau kaya harta, tapi tak jarang mengganjal perutnya dengan batu untuk menahan laparnya. Dalam perang Ahzab Abu talhah menceritakan “kami mengadukan rasa lapar kepada Rasulullah, lalu kami mengganjal perut kami dengan batu. Beliau juga mengganjal perutnya dengan dua batu.”

Oleh karena itu, kita yang mengaku sebagai umat Rasulullah SAW wajib dan mutlak menjadikan Rasululla sebagai sumber inspirasi dalam kehidupan kita. Menteladani sikap dan akhlak beliau. Serta menjadikanya sumber motifasi dalam menggapai rahmat dan hidayah Allah. Tentunya amat salah dan bodoh sekali jika kita menempatkan Rasulullah di bawah orang-orang yang tidak jelas kehidupanya sebagai idola kita, sebagaimana realitas generasi muda kita yang membangga-banggakan tokoh-tokoh band, olah raga, artis sebagai idola.

Keep spirit untuk senantiasa menyelami indahnya sunnah-sunah Rasulullah yang telah terbukti secara spritual mendekatkan kita pada rahmat Allah, dan teruji secara ilmiyah sebagai solusi kehidupan manusia yang lebih baik. Perbanyaklah sholawat pada beliau!! Key…….


kakak kita

Februari 11, 2009

Assalamu’laikum

Sahabat ro’is. Pa kabar nech?

Alhamdulillah nikmat Allah masih menghantarkan kita d bulan februari ini. Oya, pada tanggal 5 februari lalu kakak alumni kita yang tergabung dalam FARIS (Forum Alumni Rohis Smandu) menyempatkan diri untuk datang ke SMA kita terutama untuk memantau kegiatan-kegiatan Rohis. Gayung bersambut….pada tanggal 6 Februari Rohis mengadakan kegiatan taklim mingguan rutin seperti biasanya. Meskipun sudah cukup lama vakum karena terkendala dengan renovasi sekolah. Dan alhamdulillah taklim mingguan tersebut dapat di laksanakan kembali. Yang lebih menarik lagi pada saat bersamaan dengan kedatangan kakak-kakak alumni tersebut Rohis meminta kepada kakak kita tersebut untuk dapat membagi pengalamannya. Dan pada saat taklim tersebut kak hendi wisnu angkatan tahun 1999 menjadi pembicara. Beliau mengangkat tema tentang “peranan pemuda islam” meskipun yang hadir tidak terlalu banyak namun semuanya cukup antusias. Dengan pembawaanya yang lucu kak wisnu memaparkan tentang peranan kita sebagai generasi muda islam serta berbagai tantangannya. Di akhir tausyahnya kak wisnu berpesan untuk generasi muda yang khususnya di Smandu untuk menyadari pentingnya kita dan tantangan yang kita hadapai. Dan harus berupaya untuk menjaga keistiqomahan sikap kita sebagai “moslem generation” (wuih kereeen).

Acara tersebut juga di iringi dengan diskusi dan tanya jawab.bahkan ada beberapa teman kita yang CURHAT (pssst diam, jangan kasih tau siapa-siapa). Pokoknya seru deh…..makanya rugi bagi kamu-kamu yang kemarin gak datang.

Tapi jangan berkecil hati dulu insyAllah taklim kita akan terus di adakan tiap minggunya. Dan rencananya InsyaAllah untuk minggu depan dengan materi yang tidak kalah menarik yang bertepatan dengan tanggal 14 februari. Pasti ingat semua yang kata orang hari VALENTINE, so di taklim mingguan Rohis kali ini “Rohis bakal kupas tuntas…tas..tas tentang Valentine” oleh karena itu jangan ketinggalan sahabat ku.

Dan acara itu pun insyaAllah akan di mulai dengan NOBAR (nonton bareng) pemutaran Film islam.GRATISS!! Inga….inga… ting!

Bila penasarannya berlanjut hubungi Rohis…….

Dapatkan informasinya di mushala terdekat…..


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.