Islam Tidak Pernah Mengajarkan Demonstrasi Dan Pemberontakan

Januari 30, 2012

agama itu nasehat, agama itu nasehat, agama itu nasehat”. Para sahabat bertanya,” untuk siapa wwahai Rosulallah?”  rosulallah menjawab: ‘untuk Allah, kitab Nya, rosul Nya, imam kaum muslimin atau mukminin, dan bagi kaum muslimin pasa umumnya” 1

 

Islam menganjurkan  umatnya untuk menasihati para imam dan penguasa dengan cara yang terbaik, sebagaimana yang talah diterangkan oleh para Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

 

            Menasihatai penguasa kaum muslim yaitu kita menginginkan kebaikan buat para penguasa . kita ingin mereka berlaku baik, adil, dan lurus. Kita tidak boleh memisahkan diri dari mereka. Tidak boleh menghujat mereka dan tidak boleh memberontak.

Imam Ibnush Shalah mengatakan bahwa maksud dari menasihatai para penguasa kaum muslimin adalah mendatangi mereka lalu menasihati mereka dengan kata kata yang baik. Dan ini tugas ulama

Menasihatai penguasa bukan dangan cara orasi di mimbar mimbar, atau dengan demonsrtasi di jalan jalan, atau dengan cara menghujat mereka. cara ini tidak di benarkan didalam syariat islam. Nabi bersabda:

“barang siapa ingin menasihati penguasa, janganlah ia menampakannya terang terangan. Hendaknya ia pegang tangannya lalu menyendiri dengan nya. Jika penguasa itu mau dengan nasihat itu, maka itu yang terbaik.  Dan bila si penguasa itu enggan (menerimanya), maka sesungguhnya ia telah melaksanakan kwawajiban nya”2

Sikap ahlus sunnah wal jamaah yang menaati penguasa kaum muslimin serta menasihatinya dengan cara yang baik akan menimbulkan rasa aman.

Rosulallah memerintahkan umatnya agar tetap taat dan patuh kepada penguasa kaum muslimin selama mereka tidak memerintahkan kepada perbuatan mungkar. Dengan sikap seperti ini sifat  hasad (dengki) akan sirna dari hati kaum muslimin dan akan tercapai suasana indah dan damai.kita perlu sadari bahwa para penguasa , ulama, rakyat dan masing masing memiliki tugas dan kewajiban. Jiia tugas dan kewajiban mereka tumpang tindih maka akan sangan berpotensi menimbulkan ketimpangan dan kekacauan.

Perlu dikatahui bahwa baiknya penguasa berarti baik pula keadaan rakyat, penguasa adalah cerminan keadaan rakyat. Jika rakyatnya baik, maka baik pula penguasanya dan sebaliknya.

Imam Ibnu Qayyim al Jauziyyah mengatakan “renungilah hikmah Allah yang telah menjadikan ( perbuatan ) para Raja,  pemimpin dan pengayom masyarakat serupa dengan perbuatan masyarakat. Bahkan amal perbuatan mereka seakan akan tercermin pada pemimpin mereka. Jika masyarakatnya istiqomah, maka penguasa mereka istiqomah. Jika mereka adil maka penguasapun berlaku adil. Jika mereka dzalim maka akan dzalim pula penguasanya dan pemimpin mereka. Jika tipu muslihat tersebar di tengah tengah mereka maka demikian pula yang terjadi pada pemimpin mereka. Jika mereka enggan mengeluarkan atau menunaikan apa yang menjadi hak Allah, maka para penguasa dan pemimpin mereka pun akan enggan memberikan hak hak rakyat pada mereka. Dan jika  dalam muamalah mereka mengambil sesuatu yang bukan hak mereka dari orang orang lemah, maka para pemimpin akan berlaku demikian dan akan membebani  mereka berbagai kewajiban.

Dari perkataan Ibnu Qayyim al Jauziyyah dapat disimpulkan bahwa amalan perbuatan mereka akan tercermin kepada  para pemimpin dan penguasa mereka. Dan bukankah hikmah ilahyyaah, sesorang yang di angkat untuk memimpin orang keji  lagi jahat kecuali orang orang yang serupa dengan mereka.

 

Seperti contoh bahwa ketika generasi terbaik, para sahabat dan para tabiin. mereka dipimpin oleh pemimpin yang baik seperti Abu Bakar, Umar Bin Khatab, Umar Bin Abdul Azis. Pemimpin pemimpin yang terbaik ini adalah sesuai dengan keadaan orang orang yang dipimpin. Masing masing konsekwensi ini adalah tuntutan hikmah Allah.3

Dan perlu di ingat, apabila keadaan kita masih jauh dari kebenaran maka jangan bermimpi bisa mendapatkan pemimpin seperti  Umar Bin Abdul Azis dan Mu’awiyyah apalagi seperti Abu Bakar Ash Shiddiq atau Umar Bin Al-Khathab.syariat islam mengajarkan kepada kita, jika ingin mendapatkan pemimpin yang baik maka kita mesti memperbaiki keadaan kita Seperti firman Allah yang artinya

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri…”(QS.ar-Ra’d/13:11)

           

Dan perlu di ingat bahwa  untuk mendapatkan pemimpin yang baik harus bersabar dan yakin dengan firman Allah yang artinya

“Dan kami jadikan diantara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami ketika mereka bersabar dan meyakini ayat ayat kami.” (QS. As-Sajdah/32:24)

Nabi SAW telah mengabarkan tentang kedatangan penguasa penguasa zhalim kepada rakyat nya dan hanya mengutamakan diri-diri mereka sendiri. Namun meski demikian nabi SAW tetap memerintahkan untuk bersabar, walaupun para penguasa itu memukuli dan menyiksa. Islam tidak pernah mengajarkan demonstrasi dan pemberontakan.

Copas dari majalah as-Sunnah no 01 thn XV, jumadil akhir 1432H/ Mei 2011M di tulis oleh Ustad Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafizallah. Dalam artikel WASIAT NABI S.A.W UNTUK MENUNTUT ILMU, MEMBERSIHKAN HATI DAN ZUHUD DI DUNIA.

REFRENCE

1              HR.Muslim (no 55(95)), Abu Dawud (no 4944), an Nas’I (VII/156-157), Ibnu Hibban (ta’liqatul hisan ala shahih Ibni Hibban no. 4555), Ahmad (IV/102-103),  al-Baihaqi (VIII/163), dan lafaz ini milik Ibnu Hibban dan Ahmad dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-dari ra.

2           HR. Ibnu Abi ‘Ashim dalam as-sunnah(II/507-508, bab Kaifa Nashihatur Ra’iyyah lil Wulat, no 1096, 1097, 1098), Ahmad (III/403-404)  dan al-Hakim (III/209 dari ‘iyadh bin Ghunm ra

3           Miftah Daris Sa’adah (II/177-178), Imam Ibnu Qayyim, tahqiq Syaikh ‘Ali bin Hasan bin ‘Ali al-Halabi

EDITOR::  Agus Candra


Ahlan wa Sahlan

Juli 19, 2009

SELAMAT DATANG PARA INTELEKTUAL MUDA SMANDU,……..

BTW, tak terasa waktu bergulir begitu cepat dan kini telah di sambut dengan seragam abu-abu……… , ada yang gembira, senang, atau ada yang merasa Grogi, kaku bahkan cemas??

Masa-masa SMA adalah masa-masa yang menarik, disana kita akan merasakan indahnya persahabatan, dunia remaja, romantika belajar yang rasanya kayak nano-nano alias “manis asam asin rame deh rasanya” dari yang semangat, guru yang baik sampe yang galak bahkan sampe pusing mikirin tugas, Hups  :/

Psst…….tapi ingat kita harus hati-hati karena jika salah langkah justru menjadi masa-masa yang buruk L…banyak anak-anak yang terjebak di dunia bisa menghancurkan masa depan terutama bila bersahabat dengan genk nya kenakalan remaja, di sana ada yang namanya narkoba, rokok, dunia gemerlap, dan yang paling ngeri freesex yang amat kita khawatirkan, yang akhirnya menjaring kita untuk ketemu boss nya yang namannya Mr.Aids.   So….jangan kecewakan bunda dan yahanda mu saudara Qu…….

Tapi jangan khawatir, untuk itu perkenankan kami dari Rohissmandu untuk memperkenalkan diri…dan InsyaAllah kami siap menjadi sahabat bagi teman-teman sekalian……

Salam rohissmandu


Mei 6, 2009

Emansipasi, Salahkah Kartini?

Kartini berada dalam proses dari kegelapan menuju cahaya. Namun cahaya itu belum purna menyinarinya secara terang benderang, karena terhalang oleh tabir tradisi dan usaha westernisasi. Kartini telah kembali kepada Pemiliknya, sebelum ia menuntaskan usahanya untuk mempelajari Islam dan mengamalkannya, seperti yang diidam-idamkannya: Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut disukai. [Surat Kartini kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1902]

Bismillahirrahmanirrahiim.
Tinta sejarah belum lagi kering menulis namanya, namun wanita-wanita negerinya sudah terbata-bata membaca cita-citanya. Kian hari emansipasi kian mirip saja dengan liberalisasi dan feminisasi. Sementara Kartini sendiri sesungguhnya semakin meninggalkan semuanya, dan ingin kembali kepada fitrahnya

Perjalanan Kartini adalah perjalanan panjang. Dan dia belum sampai pada tujuannya. Kartini masih dalam proses. Jangan salahkan Kartini kalau dia tidak sepenuhnya dapat lepas dari kungkungan adatnya. Jangan salahkan Kartini kalau dia tidak dapat lepas dari pengaruh pendidikan Baratnya. Kartini bukan anak keadaan, terbukti bahwa dia sudah berusaha untuk mendobraknya. Yang kita salahkan adalah mereka yang menyalahartikan kemauan Kartini. Kartini tidak dapat diartikan lain kecuali sesuai dengan apa yang tersirat dalam kumpulan suratnya : “Door Duisternis Tot Licht”, yang terlanjur diartikan sebagai “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Prof. Haryati Soebadio (cucu tiri Ibu Kartini) – mengartikan kalimat “Door Duisternis Tot Licht” sebagai “Dari Gelap Menuju Cahaya” yang bahasa Arabnya adalah “Minazh-Zhulumaati ilan-Nuur”. Kata dalam bahasa Arab tersebut, tidak lain, merupakan inti dari dakwah Islam yang artinya: membawa manusia dari kegelapan (jahiliyyah atau kebodohan hidayah) ke tempat yang terang benderang (petunjuk atau kebenaran). Di dalam Al-Quran, surat Al-Baqarah : 257, ALLah menegaskan :

ALLAH pemimpin orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. Dan orang-orang kafir pemimpinnya adalah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya ke kegelapan. Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal didalamnya.

Kartini berada dalam proses dari kegelapan menuju cahaya. Namun cahaya itu belum purna menyinarinya secara terang benderang, karena terhalang oleh tabir tradisi dan usaha westernisasi. Kartini telah kembali kepada Pemiliknya, sebelum ia menuntaskan usahanya untuk mempelajari Islam dan mengamalkannya, seperti yang diidam-idamkannya

Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut disukai. [Surat Kartini kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1902]

Kartini yang dikungkung oleh adat dan dituntun oleh Barat, telah mencoba meretas jalan menuju benderang. Tapi anehnya Baca entri selengkapnya »


Menyingkap Tabir kebesaran Allah

April 6, 2009

Tak pernah Rasulullah SAW menagis sehebat itu. Bahkan ketika kehilangan orang-orang yang di cintainya. Atau ketika mengalami tekanan-tekanan berat dari kafir quraisy yang menentangnya. Mungkin tangis seperti itu hanya pernah beliau alami saat kehilangan pamannya Hamzah Abdul Muthalib usai perang Uhud. Malam itu tangis Rasulullah benar menjadi-jadi.
Paginya seperti biasa Bilal bin Rabah mengumandangkan azan subuh. Biasanya jauh sebelum waktu shalat tiba, Rasulullah SAW sudah berada di dalam masjid , menanti jamaah dari para sahabatnya. Tapi pagi itu tidak. Meski bilal hampir menyelesaikan adzannya, Rasulullah SAW tetap tak kelihatan.
Azan subuh selesai. Bilal dan para sahabat menunggu, tapi Rasulullah SAW tak kunjung datang. Karena khawatir terjadi apa-apa, Bilal segera menuju bilik Rasulullah SAW yang memang berdampingan dengan masjid.
Ketika pintu di ketuk, Bilal di persilahkan masuk. Betapa terkejutnya Bilal menyaksikan kondisi Rasulullah SAW. Ia melihat Rasulullah SAW dalam kondisi yang sangat mengharukan. Air mata berlinangan membasahi kedua pipinya. Matanya sembab menunjukan betapa beliau menangis sudah cukup lama semalam. Karena khawatir, Bilal segera mangjukan pertanyaan kepada Rasulullah. Mengapa Rasulullah SAW menangis sehebat itu? Apakah sakit? Atau apakah mendapatkan teguran dari Allah SWT? Maka Rasulullah pun menjelaskan, bahwa tadi malam beliau menerima wahyu dari Allah SWT (tafsir ibnu katsir QS.3:190-191) Rasulullah SAW pun segera membacakan firman Allah:

“190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.”

Bisa di bayangkan mimik Bilal bin Rabah waktu itu. Ia memang sangat terkejut melihat kondisi Rasulullah SAW. Namun ayat yang diturunkan itu biasa-biasa saja baginya. Tak ada perintah atau teguran. Ayat itu berbicara tentang kebesaran Allah. Tapi mengapa Rasulullah menangis sesedih itu? Jawabannya karena beliau betul-betul memahami kandungan ayat tersebut. Bilal tentu saja bisa memahaminya, tapi pemahaman Rasulullah jauh lebih besar bahkan melebihi apa yang di pahami ilmuan saat itu.
Ayat itu berbicara tentang penciptaan langit dan bumi, serta pergantian siang dan malam. Dua hal itu hanyalah salah satu bagian terkecil dari tanda kekuasaan Allah SWT. Di bandingkan dengan apa yang ada di alam semesta ini bumi hanyalah salah satu dari salah satu planet terkecil dari sebuah bintang bernama Matahari. Matahari hanyalah satu dari milyaran bintang dari sebuah galaksi Bimasakti. Galaksi itu hanyalah sekian ratus juta galaksi yang ada di alam semseta. Tapi bagi manusia bumi adalah segalanya, bagi petani bumi adalah tanah yang subur untuk bercocok tanam, bagi nelayan bumi adalah hamparan samudra. Bumi seolah menjadi segalanya bagi manusia, tapi pernahkan kita merenung, sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring untuk memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi ini?

Bumi yang menjadi segalanya bagi manusia hanyalah bagian kecil dari penciptaan Allah. Bumi yang kita tumpangi ini sedang berputar di tempatnya tanpa kita rasakan secara langsung. Padahal, kecepatan bumi untuk satu kali berputar adalah 23 jam 56 menit 4,09 detik. Ia juga berputar mengelilingi matahari selama 365 hari 6 jam 9 menit 9,54 detik.pada saat yang sama bumi juga bersama matahari berputar bersama gugusan bimasakti selama 225 tahun sekali. Ternyata kita seperti berada di sebuah pesawat yang sedang mengembara di angkasa.

Adakah kita memahami maksud Allah dalam surah Ali Imran 190-191 tersebut? Kita coba untuk bertafakur, di salah satu malam yang cerah, kita arahkan pandangan ke angkasa bebas. Kita akan melihat ribuan bahkan triliyunan bintang berkedip. Mungkin di antara kita tidak pernah berfikir.bintang yang kita lihat itu boleh jadi sama besarnya atau bahkan jauh lebih besar dari matahari apalagi planet kita ini. Hal itu di sebabkan jarak antara matahari lebih dekat di banding bintang-bintang yang berkedip itu. Jarak antara matahari dengan bumi adalah 149.6 juta kilometer atau mendekati 150 juta kilo meter. Sedangkan diameternya 200 kali bumi. Namun banyak bintang yang jaraknya yang jauh dari bumi dan lebih besar dari matahari.;

Ada yang di kenal dengan bintang Betelgeuse (Alpha Orionis) adalah bintang terbesar yang di ketahui hingga saat ini. Bintang sejauh 430 tahun cahaya. Diameternya 700 kali diameter matahari atau atau 140.000 diameter bumi. Sekarang coba ambil kalkulator, jika saja kita misalkan diameter bumi itu kurang lebih 20.000km dengan menggunakan rumus lingkaran,hitung besar bumi dan bandingkan dengan besar bintang betelgeuse??!!
Atau bintang terdekat dari bumi kita ialah Proxima Centauri. Bintang sejauh 4,23 tahun cahaya ini terlalu redup untuk bisa di lihat dengan mata telanjang. Bintang terdekat yang dapat dilihat dengan mata telanjang adalah Alpah Centauri (4,4 tahun cahaya) yang terlihat paling terang pada Rasi Centaurus dilangit belahan bumi bagian selatan. Perlu di ketahui bahwa kecepatan cahaya adalah 300.000 km perjam. Kalau cahaya itu membutuhkan empat tahun lebih untuk kesana maka jaraknya adalah (4tahun X 365hari X 24jam X 60menit X 60detik X 300.000km) yaitu “37.843.200.000.000 Km” atau sekitar tiga triliyun kilometer. Adakah yang mau kesana? Andai saja kita ingin mengunakan pesawat seperti chalengger atau columbia dengan kecepatan 20.000km/jam berapa waktukah yang kita butuhkan? 1.892.160.000 jam atau 78.840.000 hari atau 216.000 tahun? Ada yang berminat? Itu jarak bintang yang paling dekat dengan bumi. Bagaimana pula jika kita pergi kesana menggunakan sepeda motor atau ojek? Dan bagaimana pula jarak bintang betelgeuse terhadap bumi? Dan bayangkan besarnya langit Allah yang menciptakan jarak antar bintangnnya? Tentunya pertanyaan yang paling penting untuk kita tanyakan pada diri ini. Berapa jauhkah kesyukuran kita pada Allah? Akankah kita sombong dengan kehebatan Allah yang menciptakan langi dengan triliyunan bintangnya? Subhanallah

Hal lain yang layak untuk kita renungkan. Adalah tentang kondisi bintang dan triliyunan benda angkasa yang kita lihat. Pernahkan kita berfikir bahwa Matahari yang kita lihat setiap harinya adalah bukan Matahari yang sebenarnya jika jarak bumi terhadap Matahari 150juta Km. maka dibutuhkan waktu 8 menit cahaya matahari untuk sampai ke bumi. Berarti matahari yang kita lihat sekarang ini adalah matahari 8menit yang lalu. Begitu juga benda langit yang kita lihat dengan jarak 8 tahun cahaya. Maka cahayanya yang tampak itu adalah cahayanya 8 tahun lalu yang baru saja sampai ke mata kita. Jadi kalau teman-teman melihat benda langit yang bertaburan di angkasa tersebut. Bisa jadi pendar cahayanya adalah beberapa tahun sebelumnya. Bahkan ada ilmuan jepang yang menemukan bintang terjauh yang jaraknya 10milyard tahun cahaya. Bayangkan. Bahwa bintang yang kita lihat tersebut adalah 10milyard tahun yang lalu, bahkan sinarnya itu saat bumi mungkin baru di ciptakan, dan bisa jadi bintang tersebut sudah meledak atau hancur. Yang kita lihat sekarang adalah cahayanya. Subhanallah

Hayo…siapa yang mau sombong? Bagi Allah bukan setitik debu apa yang bisa kita sombongkan./rz

di kutip dari tarqiyah sabili

Bunda

Desember 24, 2008

Bunda Selalu Tahu

Jumat, 19 Desember 2008 06:46

bunda aku rinduDi detik pertama saya melihat dunia, Bunda tahu bahwa saya sangat ketakutan mendapati dunia yang berbeda dari kehidupan indah sebelumnya di dalam rahim Bunda. Saya menangis sekuat-kuatnya untuk menunjukkan bahwa saya benar-benar takut dan takkan mampu hidup sendiri dalam kondisi yang sangat lemah. Tapi ketika itu pula, Bunda tahu ketakutan yang saya rasakan. Ia merapatkan tubuh ini ke tubuhnya, menyodorkan air murni kehidupan dan mengusapkan jari lembutnya di punggung kecil ini. Hangat kecupnya terasa di kening seraya berucap, “Jangan takut nak, Bunda kan selalu menemanimu sampai kapan pun”

Tangisan pertama saya, mungkin agak asing untuk telinga Bunda. Tapi Bunda cerdas luar biasa, hanya perlu waktu beberapa saat saja untuk bisa memahami seribu bahasa yang keluar dari mulut mungil saya. Ketika tiba-tiba Baca entri selengkapnya »


Dakwah Sekolah

November 14, 2008

Dakwah Sekolah

All ikhwah, rekan seperjuangan

Gi ngapa ni……

Ro’is (panggilan Rohis) mau bagi-bagi informasi nih…….

Mungkin teman-teman sekalian sudah sangat akrab dengan kata dakwah. Dan semua pasti pernah dengar dan bahkan tau artinya. Mungkin yang ada di benak kita akan terbayang bahwa gambaran ustadz-ustadz yang sedang memberikan ceramah. “assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatu…….” Wah kayak ustadz jefri (uje), ustadz yusuf mansyur, apa lagi AA gym (bukan AA jimmy atu….)

Ya semua orang pasti akan memiliki bayangan yang sama dengan teman-teman sekalian, bahwa dakwah adalah tugasnya da’I, mubaligh, ustadz-ustadz dan para ulama.

Tapi tau gak, bahwa dakwah ternyata bukan tugas orang-orang di atas saja, melainkan setiap kita memiliki tugas untuk berdakwah. Gak percaya ?

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Ali-Imran 110)

images

Dakwah merupakan upaya mengajak orang untuk berjalan di jalan Allah, jalan keselamatan sesuai dengan manhaj (sistem) Alqur’an dan sunnah Rasulullah SAW. Mengajak orang untuk senantiasa melakukan hal-hal yang baik sesuai petunjuk Allah dan Rasulnya serta mencegah kejahatan (menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar ) maka itu adalah dakwah Dakwah bukan berarti hanya ceramah karena pada substansinya inti dakwah adalah menyeru, mengajak orang kepada Allah. Sehingga makna dakwah ini tidak sesempit apa yang kita pahami sebelumnya.

Misalnya, ketika teman mencegah teman yang ingin mengambil jambu tetangga maka teman-teman sudah menjalankan salah satu amanah dakwah, mengajak teman-teman untuk shalat, membaca Alquran, mengajak teman-teman untuk bersedekah maka kita sudah menjadi orang yang sedang berdakwah kepada teman kita. Sehingga media dakwah yang kita kenal sebelumnya tidak sebatas ceramah, melainkan dakwah juga dapat dilakukan dengan sarana seperti saling menasehati sesama teman, bahkan diam nya teman-teman pun bisa di katakan juga sebagai dakwah.

Orang yang menjalankan amanah dakwah ini di sebut “da’i” (penyeru). Sehingga kita ini adalah da’i. karena tugas da’i (mengajak ke hal yang benar dan mencegah hal yang buruk atau kemungkaran)

Apa itu dakwah sekolah ?

Sebagaimana kita bahas di atas maka kita sebagai seorang pelajar juga memiliki amanah dakwah tersebut. Yaitu senantiasa mengajak teman-teman untuk selaku melakukan hal-hal yang baik dan mencegah melakukan hal yang buruk. Sehingga dakwah itu juga wajib untuk kita lakukan dimana saja kita berada. Baik itu di rumah, lingkungan, tak terkecuali sekolah. Sebagai mana Rasulullah Muhammad SAW pernah berkata :

“Jika ada shalih di suatu daerah namun di sekelilingnya orang-orang yang melakukan kemungkaran dan maksiat, maka adzab Allah akan datang pada orang yang shalih tersebut terlebih dahulu”

Jadi belum bisa dikatakan seseorang itu orang yang shalih namun belum bisa mengajak orang-orang di sekitarnya. Hayoooo takut gak? Ibarat kita naik di sebuah kapal pesiar, lantas ada orang yang ingin mencuri peralatan kendalinya, so kapal itu tentunya akan kecelakaan kalau kita tidak segera mencegah kejahatan orang tersebut. Dan kita akan sama-sama tenggelam.

Jadi kalau teman-teman melihat ada seorang atau sekelompok teman yang melakukan hal yang gak bener, wajib di larang ni……!!!

Bagaimana Dakwah Sekolah Itu?

Dakwah akan lebih mudah jika dilakukan dalam jamaah (bersama-sama) terkordinir, dan termanajemen. Karena jika kita ingin mengajak seseorang pada jalan yang benar, atau mencegah orang lain melakukan hal-hal yang dilarang tentunya kita akan lebih berani dan mudah jika melakukan bersama-sama teman. Oleh karena itu di sekolah perlu ada lembaga dakwah sekolah yang fungsinya untuk merangkum kegiatan-kegiatan dakwah di sekolah.

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkarmerekalah orang-orang yang beruntung. (ali-Imran 104)

Di SMA-SMA yang ada di kota-kota besar, kegiatan dakwah sekolah ini tentunya sudah menjadi hal yang amat familiar bagi teman-teman kita di sana. Seperti di palembang, padang bahkan hampir di SMA-SMA yang ada di pulau jawa. Yang biasa di kenal sebagai LDS (Lembaga Dakwah Sekolah). Dan biasanya lembaga dakwah sekolah ini biasa kita kenal dengan ROHIS, DKM(dewan kesejahteraan masjid) dll. Melalui oraganisasi inilah kegiatan dakwah sekolah di kordinir

Misalnya saja di SMAN 4 Kota Lahat di Sumatera Selatan. Rohis Disana di kenal dengan DKM. Setiap malam kamis teman-teman dapat menjumpai ikhwah (saudara) kita disana sedang sibuk melaksanakan kegiatan mentoring. Yaitu kelompok-kelompok yang di pandu oleh seorang ustadz (biasanya alumni atau ustadz yang di undang). Mentoring ini berisi kegiatan seperti kajian keislaman, tausyah (tarbiyah ruhiyah), diskusi. Kegiatan ini pun di manage (baca;menej) sedemikian dan setiap anggota kelompok tersebut memiliki tanggung jawab untuk saling menasehati,dan menjaga agar selalu berada dalam rambu-rambu yang benar dan senantiasa untuk bersemangat dalam menjalankan islam secara kaffah (pribadi muslim yang menyeluruh dalam keislamannya) . Bahkan tak jarang kegiatan mentoring juga di maksudkan untuk belajar bersama.

Selain itu, setiap sebulan sekali atau seminggu sekali di adakan dauroh (pelatihan) serta tasqif (peningkatab ilmu dan pemahaman keislaman)

dan ternyata terbukti, sejak adanya kegiatan-kegiatan DKM tersebut, prestasi-prestasi SMAN 4 lahat melejit pesat dan menjadi sekolah unggulan. Bahkan hampri rata-rata lulusan di sana di terima di berbagai perguruan tinggi favorite. Bahkan banyak dari alumninya yang menjadi orang-orang penting dalam berbagai organisasi di kampusnya. Lantaran pemahaman keislaman mereka yang diasah. Karena islam adalah agama yang lengkap yang senantiasa memotifasi kita untuk menjadi orang-orang yang terbaik. Taukah teman-teman sekalian bahwa hampir 95% lebih pelajar putri disana menggunakan jilbab. Subhanallah…wanita soleha…insyaAllah.

muslimah dakwah sekolahDan tak jauh berbeda dengan SMA lainnya di berbagai kota di indonesia ini. Seperti SMAN8 jakarta, SMAN32 dll. Bahkan jika kita datang ke sana, teman-teman akan melihat pemandangan yang jarang kita lihat di SMA kita. Dimana pada saat jam istirahat para siswa di sana umumnya di sibukan dengan shalat dhuha, tilawah alqur’an, dan diskusi-diskusi keislaman. Dan otomatis masjid sekolah menjadi tempat nongkrong favorite. Bahkan harus bergantian……..bagaimana dengan sekolah kita?? He2…..insyaAllah

Mereka umumnya adalah orang-orang yang saling berlomba dalam hal kebaikan dan menjaga dari keburukan. Kegatan dakwah sekolah tersebut tentunya sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman keislaman kita. Jadi islam kita hendaknya bukan islam KTP kata orang. Dengan adanya kegiatan dakwah sekolah ini pemahaman dan pengetahuan siswa terus di asah, dan di antara sesama teman di upayakan terbangunnya ukhuwah islamiyah yang saling mengingatkan dan mengajak pada nilai-nilai kebaikan.. Duh indahnya jika kehidupan kita seperti itu….ya gak……?????

membangun ketaqwaaSo teman-teman kita semua mengupayakan agar SMA kita menjadi SMA yang penuh dengan nila-nilai kebaikan, pertemanan yang dilandasi kecintaan sebagai saudara yang penuh dengan nasehat dan saling memotifasi, masjid sekolah yang sibuk dan teman-teman yang saling berlomba-lomba dalam kebaikan. Dan Prestasi pun akan bermunculan tentunya Allah akan semakin sayang dengan SMA Kita Dan insyaAllah ROHIS menghimbau kita sekalian untuk bersama-sama berjuang dan sarannya.

“By:Ro’is”


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.