Saudaraku…
Kami yang terbaring di GAZA
Yang lama terkungkung di jeruji beton
Tak lagi mampu manangis dan meratap
Di tumpukan-tumpukan dan puing rumah kami
Saudaraku…
Kami yang meronta bisu di pinggiran GAZA
Yang tak terdengar di ujung-ujung jagad
Oleh para pendusta
Saudaraku
Kami yang menangis di Reruntuhan
Duduk di serpihan kematian
Memberi kabar pada saudara lewat sayap besi biadab
Kami terbaring bergelimang darah
Tanpa dekapan bunda dan peluk dari ayahnda
Kami bertahan bertatap langit berharap
Dan kami yang tak tau makna kebebasan
Sebuah cerita untuk sahabat kami…
Kami anak-anak PALESTINA yang telah lama tak bermain, tak sempat, tiada tempat untuk tertawa. Sobat, taukah kalian hidup kami indah, saat kalian bermain, berlarian dan kami pun tak jauh beda hanya saja kami berlari, bersembunyi di bawah raung-raung tank-tank orang yang tak kami kenal. Kami menghadang di jalan-jalan dengan batu-batu kecil hingga kami tak tau lagi makna kebebasan itu. Terkadang darah-darah segar begitu harum mengucur dari kepala shabat-sahabat kami
Kami punya ayah seperti kalian, teman-teman mungkin begitu mengharap ayah-ayah teman pulang kerja membawakan mainan. Kami juga begitu, tapi Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh rohissmandu 


